- NEWS UPDATEMenhaj RI: PKS dengan Garuda Jamin Kepastian Armada dan Jadwal Penerbangan Haji 1447-1449 H
- INFO KEMENHAJKelalaian Berujung Sanksi Berat, Saudi Beri Peringatan Keras pada Operator Layanan Haji Swasta
- INFO HAJIGaruda Indonesia Jamin Kepastian Armada dan Jadwal Penerbangan Haji 2026
- INFO TERKINIKampung Haji Indonesia di Mekkah Terbuka untuk WNA, Jamaah RI Jadi Prioritas
RIYADH — Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi Pangeran Faisal Bin Farhan pada hari Rabu 6/10/2021 meluncurkan aplikasi untuk self-registrasi biometrik jemaah haji dan umrah melalui smartphone. Ini akan memungkinkan calon peziarah untuk mendapatkan visa haji dan umrah yang diterbitkan secara online dari negara masing-masing tanpa mendatangi pusat penerbit visa untuk mendaftarkan biometrik mereka. Proses pencocokan biometrik akan dilakukan pada saat kedatangan jemaah haji di pelabuhan darat, laut dan udara di Kerajaan, Saudi Press Agency melaporkan.

Dengan diluncurkannya mekanisme baru tersebut, Arab Saudi menjadi negara pertama di dunia yang mengizinkan pendaftaran biometrik melalui ponsel pintar untuk penerbitan visa elektronik.
Layanan ini diperkenalkan sejalan dengan arahan Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad Bin Salman untuk menawarkan layanan dan fasilitas terbaik bagi jemaah haji dan umrah.
Baca Juga: Kementerian Haji Saudi: Siap Melayani Jamaah Umrah Seperti Kuota Sebelum Pandemi
Pendaftaran mandiri layanan biometrik akan dilaksanakan melalui Saudi Company for Visa and Travel Solutions.
Layanan baru akan memungkinkan pemohon visa haji dan umrah untuk mendaftarkan biometrik mereka dari negara mereka setelah menginstal aplikasi yang ditunjuk pada smartphone mereka dan karenanya mereka tidak perlu pergi ke pusat penerbitan visa.
Wakil Menteri Luar Negeri Eng. Waleed Al-Khuraiji, Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Eksekutif Abdul Hadi Al-Mansoori, dan Wakil Menteri Luar Negeri untuk Duta Besar Konsuler Tamim Al-Dosari termasuk di antara mereka yang menghadiri upacara peluncuran aplikasi.
Sumber: aawasat.com
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Kabar Baik untuk Haji dan Umrah, Arab Saudi Akhirnya Izinkan Vaksin Covid-19 Sinovac
RIYADH – Kabar baik untuk calon jamaah haji dan umrah dari Indonesia. Pemerintah Arab Saudi akhirnya mengizinkan mereka yang telah divaksin Sinovac untuk masuk ke negaranya. Kebijakan ini setelah Kementerian Kesehatan Arab Saudi memasukkan vaksin Covid-19 Sinovac ke dalam daftar vaksin yang dapat diterima masuk ke negara tersebut seperti dikutip The St... selengkapnya
Kelangkaan Vaksin Meningitis Jadi Kendala Jemaah Umrah Indonesia
Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen) RI Jeddah Eko Hartono mengatakan, Arab Saudi di lapangan tidak lagi memeriksa jamaah terkait vaksin meningitis. “Sesuai info terakhir dari Kementerian Haji dan Umrah bahwa jamaah disarankan dapat vaksin meningitis. Tapi memang Saudi di lapangan tidak lagi memeriksa apakah jamaah dapat vaksin tersebut (meningi... selengkapnya
Aturan Baru, Berangkat Haji Kedua Kali Tunggu 18 Tahun setelah Haji Pertama
Pemerintah menetapkan aturan baru terkait keberangkatan haji bagi jemaah yang ingin berangkat untuk kedua kalinya. Regulasi ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019. Dalam UU itu dikatakan jemaah yang hendak pergi haji kedua kalinya baru bisa berangkat setelah jeda minimal 18 tahun seja... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
0811-796-753 -
Whatsapp
081385575221 -
Messenger
patriawisata -
Email
patriawisatakendari@gmail.com






Belum ada komentar