Hotline 0811-796-753
Informasi lebih lanjut?
  • NEWS UPDATEMenhaj RI: PKS dengan Garuda Jamin Kepastian Armada dan Jadwal Penerbangan Haji 1447-1449 H
  • INFO KEMENHAJKelalaian Berujung Sanksi Berat, Saudi Beri Peringatan Keras pada Operator Layanan Haji Swasta
  • INFO HAJIGaruda Indonesia Jamin Kepastian Armada dan Jadwal Penerbangan Haji 2026
  • INFO TERKINIKampung Haji Indonesia di Mekkah Terbuka untuk WNA, Jamaah RI Jadi Prioritas
Home » Berita Haji » Arab Saudi Tangguhkan Keputusan Umrah dan Haji Tanpa Wali Laki-Laki

Kerajaan Arab Saudi dilaporkan telah menangguhkan keputusan mengizinkan wanita Muslim melakukan ibadah haji dan umroh tanpa wali laki-laki. Hal ini disampaikan seorang pejabat Saudi kepada outlet berita Mesir, Masrawy.

Anggota komite nasional untuk haji dan umrah, Saeed Bahashwan, menyebut kebijakan mengizinkan perempuan di bawah usia 45 tahun menunaikan ziarah tanpa pendamping laki-laki, atau dikenal sebagai mahram, telah dihentikan tanpa batas waktu.

“Keputusan awal dikenakan untuk umrah, dan bukan Haji,” ujar Bahashwan dikutip di The News Arab, Selasa (29/3). Pernyataannya ini bertentangan dengan laporan pers sebelumnya, mengacu pada ibadah haji yang lebih rendah dan tidak wajib dalam Islam.

Hal ini disampaikan Bahashwan setelah beberapa hari lalu Kampus Al-Azhar yang berbasis di Mesir, mengonfirmasi diizinkannya wanita bepergian untuk melakukan haji dan umrah tanpa wali laki-laki, selama mereka berada di lingkungan yang aman. Namun, otoritas Saudi mengontrol apakah hal ini dapat dilakukan melalui proses visa haji dan umrah, terlepas dari izinnya.

Terkait pengumuman awal Arab Saudi, Wakil Al-Azhar Abbas Shoman mengatakan wanita dapat melakukan ziarah jika mereka merasa “aman”. Ia juga menambahkan keputusan itu adalah “tafsir modern” tentang aturan Islam yang melarang wanita bepergian tanpa wali pria.

Shoman mengatakan perjalanan modern kini menunjukkan masalah keamanan yang berkaitan dengan perjalanan tidak lagi ada. Meski demikian, ia menekankan lebih baik perempuan berdampingan dengan wali laki-laki, dengan harapan dapat menjaga mereka jika terjadi hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.

Tahun lalu, Kementerian Haji Saudi mengumumkan akan mengizinkan wanita dari segala usia melakukan haji tanpa wali laki-laki, dengan syarat mereka bepergian sebagai bagian dari kelompok.

Keputusan itu datang sebagai bagian dari reformasi sosial yang seharusnya diluncurkan oleh Kerajaan di bawah penguasa de facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Visi 2030 milik Saudi berusaha membuka kerajaan ultra-konservatif dan menyapih ekonominya dari ketergantungan minyak.

Baca Juga : Saudi Umumkan Hentikan Aturan Pembatasan Jarak Sosial dan Karantina Saat Kedatangan di Arab Saudi

Sejak naik ke tampuk kekuasaan, perempuan Saudi telah diizinkan mengemudi dan bepergian ke luar negeri tanpa wali laki-laki. Upaya ini tetap dilakukan, meski banyak tentangan yang tanpa henti dari kritikus pemerintahannya.

Kebijakan pembatasan sosial juga telah dilonggarkan, menyebabkan larangan adanya bioskop dan konser musik maupun acara olahraga dihadiri dua gender berbeda akhirnya dicabut.

Sebagai bagian dari upaya liberalisasi, masjid-masjid Saudi diperintahkan menurunkan volume pengeras suara masjid selama adzan, pada tahun lalu. Tak hanya itu, ada laporan yang menyebut Arab Saudi juga akan mengizinkan restoran menyajikan makanan selama jam-jam puasa Ramadhan untuk pertama kali dalam sejarahnya. Tetapi pihak berwenang telah membantah isu tersebut.

Terlepas dari upaya dan keputusan yang diambil Kerajaan, kelompok-kelompok hak asasi manusia mengecam reformasi itu sebagai upaya ‘memperindah keadaan’ tanpa substansi yang jelas. Pelaku aktivis hak Saudi yang mencari informasi disebut mengalami pembungkaman, dengan beberapa berakhir di balik jeruji besi.

sumber: https://english.alaraby.co.uk

1 komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Arab Saudi Izinkan Jemaah Indonesia Umrah jika Covid-19 di Tanah Air Terkendali

13 August 2021 1.035x Berita Umrah, Dalam negeri, Info Arab Saudi

JAKARTA  – Pemerintah Arab Saudi akan membuka izin jemaah asal Indonesia beribadah umrah ke negaranya apabila kasus Covid-19 di Tanah Air sudah terkendali. Konsul Haji dan Umroh KJRI Jeddah, Endang Jumali mengatakan, Arab Saudi memberikan ketentuan tersebut yang disampaikan dalam pertemuan antara KJRI Jeddah dengan Wakil Menteri Bidang Haji dan Umrah ... selengkapnya

Aturan Baru, Berangkat Haji Kedua Kali Tunggu 18 Tahun setelah Haji Pertama

29 October 2025 686x Berita Haji, Haji 2026, Haji Khusus, Patriawisata

Pemerintah menetapkan aturan baru terkait keberangkatan haji bagi jemaah yang ingin berangkat untuk kedua kalinya. Regulasi ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019. Dalam UU itu dikatakan jemaah yang hendak pergi haji kedua kalinya baru bisa berangkat setelah jeda minimal 18 tahun seja... selengkapnya

Arab Saudi Rekomendasikan Vaksinasi Jelang Musim Haji 1444H

Kementerian Kesehatan Saudi mengeluarkan peringatan bagi mereka yang berencana melakukan haji tahun ini. Kementerian meminta para calon jamaah haji untuk melakukan vaksinasi yang diperlukan dan diwajibkan. Dilansir dari Alarabiya, Kamis (4/5/2023), Kementerian mengatakan dalam sebuah posting di akun Twitternya pada Selasa malam. bahwa janji untuk vaksinasi h... selengkapnya

Kantor Pusat

PT. SAUDI PATRIA WISATA
Jl. AR. Prawira Negara No.15 Kauman

Kota Metro Lampung, Indonesia.
E-mail : saudi_patriawisata@yahoo.co.id

 

Live Chat
Online Senin-Sabtu (08:00 – 16:00) WIB

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.