- NEWS UPDATEMenhaj RI: PKS dengan Garuda Jamin Kepastian Armada dan Jadwal Penerbangan Haji 1447-1449 H
- INFO KEMENHAJKelalaian Berujung Sanksi Berat, Saudi Beri Peringatan Keras pada Operator Layanan Haji Swasta
- INFO HAJIGaruda Indonesia Jamin Kepastian Armada dan Jadwal Penerbangan Haji 2026
- INFO TERKINIKampung Haji Indonesia di Mekkah Terbuka untuk WNA, Jamaah RI Jadi Prioritas

JAKARTA – PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) menyatakan kesiapannya dalam mengangkut jemaah umrah pada Desember 2021 apabila sudah terdapat kepastian soal kebijakan tersebut. “Kami siap melayani penerbangan langsung umrah saat sudah jelas detailnya soal kepastian umrah ini,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Rabu (8/12/2021). Selain melayani penerbangan langsung, maskapai pelat merah tersebut juga telah menyampaikan untuk tidak memberangkatkan lagi semua jemaah umrah dari Jakarta.
“Kita sudah bikin kerja sama dari Makassar dan Surabaya. Kita juga lagi pikirkan untuk di daerah Sumatera dan Lombok. Dan tentu saja Bandara Kertajati karena mayoritas jemaah umrah itu berasal Provinsi Jawa Barat. Dan kita nggak mau mereka transit di Jakarta,” urainya.
Garuda juga bertekad untuk menekan biaya penerbangan umrah dan haji dengan mengajukan izin untuk membawa kargo pada setelah memberangkatkan atau pada saat hendak memulangkan jemaah. Dengan demikian emiten berkode saham GIAA tidak hanya menerbangkan pesawat kosong.
Sejauh ini terkait dengan kebijakan umrah, pemerintah belum mengindikasikan akan memberangkatkan jemaah umrah pada Desember 2021. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Jemaah umrah belum diberangkatkan lantaran pemerintah saat ini masih konsentrasi terhadap pengendalian kasus Covid-19 saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).
“Pemerintah sekarang konsentrasi nataru dulu, agar mudah-mudahan Nataru bisa dikendalikan dengan baik, baru setelah itu kita akan melihat kapan kita akan buka untuk kegiatan umrah,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (6/12/2021).
Menurutnya apabila ada pemberangkatan umrah nantinya, karantina akan diberlakukan selama 10 hari untuk mencegah merebaknya varian omicron. Meski demikian, dia juga menyambut baik kebijakan Arab Saudi yang akan menerima calon jemaah umrah yang disuntik vaksin Sinovac.
Sumber: https://ekonomi.bisnis.com
Baca Juga: Suspend Dicabut, Kemenag dan Kemenhaj Saudi Bahas Teknis Umrah
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Usulan Menag Yaqut demi Tekan Angka Kematian Jemaah Haji
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membeberkan sejumlah upaya menekan angka kematian jemaah haji pada tahun-tahun mendatang. Salah satunya menukar urutan screening awal jemaah haji. “Ada catatan khusus yang saya kira penting dibahas bersama DPR. Salah satunya adalah membalik proses. Kemarin itu jemaah lunas dulu baru cek kesehatan, sehingga sering kali ... selengkapnya
Gus Irfan Pastikan Pembagian Kuota Haji 2026 Tetap 92% Reguler-8% Khusus
Kementerian Haji dan Umrah telah mengumumkan Indonesia mendapat kuota haji 221 ribu untuk 2026. Kementerian Haji dan Umrah pun memastikan pembagian kuota haji reguler dan khusus masih sama, yakni 92 persen-8 persen. “92 dan 8 persen masih tetap, sesuai dengan undang-undang,” ujar Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan di gedun... selengkapnya
Kunjungan BMI Pusat di Kantor Patriawisata Makassar
Pada tanggal 18 September 2023 Kantor PT. Saudi Patria Wisata yang beralamat di Jl. RSI Faisal Raya di Makassar kedatangan tamu kunjungan dari Tim Bank Muamalat Pusat yang terdiri dari Bapak Wang Wardana (Head of Hajj dan Umrah Solution), Bapak Reza Triandharta (Hajj dan Umrah Sales Acquisition), Bapak Ahmad Salihin (Regional CEO) dan Bapak Dwi... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
0811-796-753 -
Whatsapp
081385575221 -
Messenger
patriawisata -
Email
patriawisatakendari@gmail.com





1 komentar
Senang sekali, semoga segera dibuka secara resmi dengan persyaratan yg tdk terlalu memberatkan jamaah, tks